No announcement available.

Perubahan Kontrak: Tata Cara Perubahan Kontrak Konstruksi

| 7 Comments

Hai, sudah lama saya tidak mengisi posting di weblog ini. Setelah sebulan diklat di Bandung dan dikelilingi beberapa kesibukan, saya putuskan untuk terus memelihara semangat berbagi. Kali ini saya ingin membagikan sebuah norma “baru” yang tidak baru juga sih. Norma ini adalah sebuah Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga No. 03/SE/Db/2012 tentang Tata Cara Perubahan Kontrak Konstruksi dikeluarkan tanggal 26 Januari 2012.

Ya, dari judul posting dan perihal SE Dirjen Bina Marga tersebut jelas berbicara mengenai perubahan kontrak atau amandemen atau adendum. Terserahlah, tapi baiknya menggunakan istilah Adendum. Hal ini telah dibahas pada posting CCO (Contract Change Order), Adendum, Perubahan/Amandemen Kontrak. Perubahan kontrak mungkin masih terjadi pada saat-saat ini atau bulan ini, karena mungkin masih ada yang baru menandatangani Kontrak pada bulan April atau Mei.

Aturan dasar dan persyaratan perubahan kontrak pada SE Dirjen Bina Marga No. 3/SE/Db/2012 ini sangat sesuai dengan peraturan pengadaan barang dan jasa Pemerintah yang terbaru yaitu Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan khususnya untuk aturan peraturan pelaksanaannya pada Peraturan Menteri No. 7/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi. Persyaratan perubahan kontrak seperti yang dimaksudkan dalam SE Dirjen Bina Marga tersebut adalah:

  1. Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak
  2. Perubahan kontrak dapat dilaksanakan apabila disetujui oleh Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa
  3. Terjadi perubahan pekerjaan yang disebabkan oleh sesuatu hal sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak
  4. Dalam melakukan perubahan kontrak PPK dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk membantu pemeriksaan/penelitian.

Sedangkan terminologi Perubahan Lingkup Pekerjaan yang mengakibatkan Perubahan Kontrak semakin memperjelas konsep dasar Perubahan Kontrak seperti yang telah dibagikan pada posting Perubahan Kontrak: Prosedur dan Mekanisme. Terdapat 3 (tiga) hal yang dapat menyebabkan terjadinya Perubahan Kontrak,  yaitu:

  1. Perubahan dilakukan apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi di lokasi pekerjaan dengan gambar/spesifikasi dalam Dokumen Kontrak.
    • Dalam klasifikasi ini sering digunakan dengan istilah CCO atau pekerjaan tambah/kurang oleh orang-orang dalam keseharian pekerjaannya
  2. Pekerjaan tambah
    • Klasifikasi ini sering dinamakan dalam sehari-hari pekerjaan adalah pertambahan nilai kontrak.
  3. Perpanjangan waktu pelaksanaan
    • Kalau ini sering juga dikatakan sehari-hari seperti adanya demikian atau juga dikatakan “tambah waktu”.

Bagian terakhir pembahasan pada SE Dirjen Bina Marga ini adalah mengenai Tata Cara Perubahan Kontrak Konstruksi itu khususnya pada unit-unit kerja di bawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Pada bagian ini dibahas mengenai mekanisme, kewenangan dan penjadwalan mengenai perubahan kontrak. Mekanisme, kewenagan dan penjadwalan perubahan kontrak tersebut berkaitan dengan jenis perubahan kontrak, yaitu:

  1. Perubahan kontrak tanpa mengubah target
  2. Perubahan kontrak yang mengakibatkan perubahan target

Perubahan target yang dimaksud di atas adalah perubahan fisik, perubahan parameter desain, perubahan keuangan dan perubahan waktu. Perubahan target fisik misalnya perubahan panjang efektif pekerjaan jalan dari panjang awal perencanaan 5,00 Km menjadi 6,00 Km. Perubahan parameter desain misalnya perubahan dimensi balok pada pekerjaan bangunan gedung atau pertambahan pekerjaan baru. Perubahan keuangan misalnya pertambahan nilai kontrak, sedangkan perubahan waktu biasanya adalah pertambahan waktu pelaksanaan.

Mekanisme persetujuan teknis bagi perubahan kontrak tanpa mengubah atau dengan mengubah target berbeda. Jika tanpa merubah target, persetujuan dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kepala Satuan Kerja, sedangkan merubah target dengan persetujuan teknis Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah atas nama Direktur Jenderal Bina Marga. Walaupun persetujuan teknis perubahan kontrak yang mengakibatkan perubahan target ada pada Eselon II, akan tetapi tanggung jawab tetap terletak pada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Untuk lebih jelasnya mengenai mekanisme dan jadwal pelaksanaan perubahan kontrak dapat dilihat pada SE Dirjen Bina Marga No. 3/SE/Db/2012 tentang Tata Cara Perubahan Kontrak Konstruksi  yang dapat didownload pada link ini atau link yang satu ini.

Semoga bermanfaat.

 

Copyright secured by Digiprove © 2012-2013 Sinta Posmaria

Key words:

se dirjen bina marga no 3/se/db/2012, yhs-002, amandemen dan perubahan, perbedaan dokumen kontrak jalan gedung, perbedaan antara perubahan dan amandemen, SE Dirjen Bina Marga N0 3/SE/Db/2012, SE Dirjen Bina Marga No 03/SE/Db/2014, perbedaan perubahan amandemen 1 2 3 4, perbedaan antara prosedur dan mekanisme, perbedaan amandemen dan perubahan amandemen
Related Posts
Perubahan perintah kerja atau perubahan kontrak atau sering disebut CCO (Contract Change Order) bukanlah sebuah proses yang sederhana. Tahapan-tahapan perubahan untuk persetujuan perubahan tersebut dan ...
READ MORE
Perubahan Kontrak/CCO: Prosedur dan Mekanisme
Perubahan Kontrak merupakan dua buah kata yang paling sering muncul dalam referensi search engine untuk mengarah ke weblog ini. Melihat dan menyadari pada saat ini ...
READ MORE
CCO (Contract Change Order) Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang diselenggarakan Pemerintah sering ditemukan sebuah frasa yaitu Perubahan Kontrak atau Contract Change Order (CCO). Apa pengertian ...
READ MORE
Beberapa waktu lalu dalam komentar dari Mbak Viviane pada posting CCO (Contract Change Order), Adendum, Perubahan/Amandemen Kontrak yang menanyakan apakah boleh dilakukan CCO pada Kontrak ...
READ MORE
Kemarin saya dipanggil oleh Atasan Langsung karena ada yang beliau ingin diskusikan mengenai perubahan kontrak atau CCO (Contract Change Order) suatu kegiatan. Beliau menanyakan syarat-syarat ...
READ MORE
CCO, ADENDUM DAN AMANDEMEN KONTRAK Beberapa tahun lalu, dalam masa pelaksanaan kontrak pengadaan jasa di instansi kami, dalam suatu konteks perubahan kontrak masih terdengar ucapan dari ...
READ MORE
Pada artikel CCO: Perubahan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa dan Perubahan Kontrak/CCO: Prosedur dan Mekanisme sekilas disebutkan bahwa untuk mengevaluasi mengenai Perubahan Kegiatan Pekerjaan dibutuhkan Panitia Peneliti ...
READ MORE
Beberapa waktu lalu, dalam sebuah kesempatan di sebuah Sosialisasi yang diadakan Asosiasi Penyedia Jasa, ada seorang wakil penyedia jasa yang mempertanyakan klaim pembayaran kembali ke ...
READ MORE
Aturan Pelaksanaan Perubahan Perintah Kerja (CCO) pada Pekerjaan
Perubahan Kontrak/CCO: Prosedur dan Mekanisme
CCO: Perubahan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa
Kontrak Lump Sum
Ketentuan Perubahan Kontrak CCO
CCO (Contract Change Order), Adendum, Perubahan/Amandemen Kontrak
Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak
Harga Satuan Timpang

7 Comments

  1. Selamat malam mbak
    Saya ingin bertanya banyak tentang Perubahan Kontrak ini
    Apakah Perubahan Kontrak ini hanya mengacu pada Perpres 54 Tahun 2010 ?
    Apakah ada acuan Perubahan Kontrak dari Keppres 80 Tahun 2003 ?

  2. berapa batasan nilai perubahan disetiap satu pekerjaan yang dapat di cco kan

    • Ihsanul Fatta yang baik,

      Berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 serta perubahannya Perpres 70 tahun 2012 dinyatakan pekerjaan tambah/kurang maksimum 10%. Hanya dinyatakan seperti itu.
      Menurut saya, masih sama dengan peraturan lama yaitu Keppres 80 tahun 2003, bahwa pekerjaan tambah/kurang, baik itu jenis item pekerjaannya bertambah dan berkurangnya maksimum 10%. Arti 10% adalah marjin error perencanaan adalah 10%, lebih dari itu perencanaannya kurang baik.
      Nah hal ini berarti aturan maksimum 10%, tapi perencanaan yang salah atau kurang baik menyebabkan perubahan lebih dari 10% (melanggar aturan dong???, namanya juga perencanaan salah atau kurang baik… :) )
      Demikian…

  3. bagaimana prosesx bila dlm sebuah kontrak yg tagihan uangmuka sdh dicairkan dan ditagihan kedua kita mau lakukan perusahan jangka waktu…..

  4. truss kedua bgaiman prosesx jika sebuah pengadaan barang diadendum jangka waktux
    \

Leave a Reply

Required fields are marked *.


No announcement available.